Rumah-rumah mungil dibelakang Bapak ini adalah perumahan transmigran Mahalona SP-1, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Sudah 15 bulan mereka datang dari berbagai pelosok pulau jawa dengan berbekal harapan, esok semoga lebih baik.
Mahalona SP-1, berlokasi kurang lebih 650 km ke Utara Makassar. Kecamatan terdekat adalah Towuti, dan Dusun teramai terdekat adalah Timampu. Mahalona SP-1 dapat dicapai hanya dengan mobil 4WD, karena jalannya yang terjal, dan becek jika musim hujan tiba.

Setahun di tanah transmigran, asa dan harapan tampaknya masih gelap di depan mata, setahun mereka bukan bertani, tapi membersihkan ladang dan berperang dengan hama dan binatang hutan yang selalu turun menerjang tanaman di ladang yang siap di panen.

Ada 100 anak seusia anak Sekolah Dasar di daerah transmigran ini, tidak tersedia gedung sekolah dasar, mereka disebut “kelas jauh” dari sekolah dasar dusun terdekat Lampesue yang berjarak sekitar 5 km dari SP-1.
Karena tidak tersedia gedung, mereka menumpang pada gedung SMP yang belum jelas siswanya dari mana. Guru-gurupun adalah “volunteer” dari transmigran itu sendiri.

Semangat mereka belajarlah yang menjadikan kami terharu, tanpa meja, tanpa kursi, mereka tekun mengikuti 3 orang guru volunteer yang membagi tiap kelas menjadi 2 tingkatan.
Inilah sebagian gambaran anak-anak kita… Inilah gambaran generasi-generasi Indonesia masa depan… Akankah kita biarkan mereka berjuang sendiri ditengah belantara yang sepi……





